KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI SISWA KETIKA MENYIMAK DALAM PROSES PEMBELAJARAN
NAMA : SITI NURMADINA
NIM : 2192111005
KELAS : Reg . E
JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah senantiasa memberkati dalam menyelesaikan Makalah Mini Riset (MR) ini , adapun tugas ini dikerjakan untuk memenuhi salah satu tugas KKNI dari mata kuliah Menyimak Apresiatif dan Kreatif. Saya juga mengucapkan Terimakasih kepada :
-Bapak Dosen(Dr. Mohammad Joharis, M.Pd) selaku dosen pengampu mata kuliah Menyimak Apresiatif dan Kreatif.
-Orang Tua (Ibu) yang telah memberi dukungan serta semangat untuk menyelesaikan makalah ini.
-Serta teman-teman senasib seperjuangan yang memberi dukungan secara langsung atau tidak langsung.
Saya telah menyusun MR ini dengan sebaik-baiknya tetapi mungkin masih ada kekurangan-kekurangan untuk mencapai kesempurnaan. Saya selaku penulis menerima berbagai kritik yang sifatnya membangun agar Makalah ini menjadi lebih baik lagi.
Selanjutnya, saya berharap semoga MR ini bisa memberikan manfaat serta menambah wawasan bagi para pembaca. Semoga Makalah ini dapat dipahami bagi siapa pun yang membacanya . Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan.
Medan, Mei 2020
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I 4
PENDAHULUAN 4
1.1 Latar belakang 4
1.2 Rumusan masalah 4
1.3 Tujuan Penelitian 4
1.4 Manfaat Penelitian 5
BAB II 6
KAJIAN TEORI 6
BAB III 8
Metodologi Penelitian 8
BAB IV 9
Hasil Penelitian dan Pembahasan 9
4.1 Kendala Peserta Didik dalam Menyimak Proses Pembelajaran 9
4.2 Solusi dalam Menghadapi Kendala Menyimak Proses Pembelajaran 9
BAB V 11
KESIMPULAN DAN SARAN 11
5.1 Kesimpulan 11
5.2 Saran 11
Daftar Pustaka 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Menyimak adalah suatu proses kegiatan menyimak lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interprestasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.
Dengan menyimak seseorang dapat menyerap informasi atau pengetahuan yang disimaknya. Menyimak juga mempelancar keterampilan berbicara dan menulis. Semakin baik daya simak seseorang maka akan semakin baik pula daya serap informasi atau pengetahuan yang disimaknya.
Menyimak merupakan salah satu aspek dari keterampilan berbahasa. Menyimak mempunyai kaitan yang erat dengan aspek berbicara. Hingga kini tidak sedikit orang yang beranggapan, menyimak sama dengan mendengar. Menyimak (listening) berbeda dengan mendengar (hearing). Menyimak bersifat aktif, sedangkan mendengar bersifat pasif, spontan dan tidak selektif. Menyimak tidak hanya merupakan aktivitas mendengarkan tetapi merupakan sebuah proses memilih dari sekian banyak rangsangan di sekitar kita. Menyimak menyangkut proses dan interpretasi terhadap informasi yang diterima.
Menyimak biasa digunakan dalam kegiatan sehari-hari, salah satunya yaitu dalam kegiatan pembelajaran. Menyimak turut berperan aktif dalam mengembangkan kompetensi siswa. Maka tidak heran jika guru sering menggunakan aspek menyimak dalam kegiatan pembelajaran.
1.2 Rumusan masalah
Apa manfaat menyimak secara umum?
Bagaimana menyimak digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah?
Apa manfaat menyimak dalam kegiatan pembelajaran?
1.3 Tujuan Penelitian
Mengetahui manfaat menyimak secara umum.
Mengetahui penggunaan menyimak dalam proses pembelajaran di sekolah.
Mengetahui manfaat menyimak dalam kegiatan pembelajaran.
1.4 Manfaat Penelitian
Dari penelitian ini maka manfaatnya adalah :
- Peneliti :
• Dapat mengetahui Seberapa penting menyimak dalam proses pembelajaran
• Mengetahui manfaat serta kegunaan menyimak
- Guru : Mencari solusi agar peserta didiknya bisa mudah dalam menyimak ataupun memahami isi puisi
- Siswa :
• Lebih memahami arti menyimak dalam proses pembelajaran
• Proses menyimak Siswa dalam hal belajar akan meningkat
BAB II
KAJIAN TEORI
Menyimak sangat dekat maknanya dengan mendengar dan mendengarkan. Namun, kalau kita pelajari lebih jauh, ketiga kata itu terdapat perbedaan pengertian. Mendengar didefinisikan sebagai suatu proses penerimaan bunyi yang datang dari luar tanpa banyak memerhatikan makna dan pesan bunyi itu. Sedangkan menyimak adalah proses mendengar dengan pemahaman dan perhatian terhadap makna dan pesan bunyi itu. Jadi, di dalam proses menyimak sudah termasuk mendengar, sebaliknya mendengar belum tentu menyimak. Di dalam bahasa Inggris terdapat istilah “listening comprehension” untuk menyimak dan “to hear” untuk mendengar.
Menurut Poerwadarminta (1984: 941) “Menyimak adalah mendengar atau memerhatikan baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang”.Menyimak merupakan proses pendengaran, mengenal dan menginterprestasikan lambang-lambang lisan, sedangkan mendengar adalah suatu proses penerimaan bunyi yang datang dari luar tanpa banyak memerhatikan makna itu.
Jika keterampilan menyimak dikaitkan dengan keterampilan berbahasa yang lain, seperti keterampilan membaca, maka kedua keterampilan berbahasa ini berhubungan erat, karena keduanya merupakan alat untuk menerima komunikasi. Perbedaannya terletak dalam hal jenis komunikasi. Menyimak berhubungan dengan komunikasi lisan, sedangkan membaca berhubungan dengan komunikasi tulis. Dalam hal tujuan, keduanya mengandung persamaan, yaitu memperoleh informasi, menangkap isi, memahami makna komunikasi.
Menurut Tarigan (1993: 20) mengemukakan pengertian menyimak sebagai berikut: menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, argumentasi, serta interprestasi untuk memperoleh informasi, menangkap serta, memahami makna komunikasi yang disampaikan si pembicara melalui ucapan atau bahasa lisan. Dari uraian di atas, maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa menyimak adalah mendengarkan serta memerhatikan baik-baik apa yang dibaca atau diucapkan oleh si pembicara serta menangkap dan memahami isi dan makna komunikasi yang tersirat di dalamnya.
Kegiatan menyimak merupakan kegiatan berbahasa yang cukup kompleks karena melibatkan berbagai proses menyimak dalam saat yang sama. Pada saat menyimak mendengar bunyi berbahasa, pada saat itu pula mentalnya aktif bekerja mencoba memahami, menafsirkan apa yang disampaikan pembicara, dan pada saat itu ia harus menerima respons. Pada dasarnya respons yang diberikan itu akan terjadi setelah terjadinya integrasi antara pesan yang didengar dengan latar belakang pengetahuan dan pengalaman penyimak. Respon itu bisa sama dengan yang dikehendaki pembicara dan bisa pula tidak sama.
Menyimak sangat diperlukan dalam proses pembelajaran terutama dalam pembelajaran di sekolah. Kegiatan menyimak di sekolah bisa dilakukan dengan berbagai teknik. Berbagai macam teknik tersebut bisa dimanfaatkan guru di kelas untuk mengajak siswanya agar tidak bosan melakukan kegiatan menyimak.
Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang dijalani oleh peserta didik dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Proses pembelajaran ini berlangsung dalam interaksi antar komponen-komponen peserta didik dan pendidik dengan muatan tujuan pendidikan. Dalam interaksi ini pendidik menyikapi dan memperlakukan pesrta didik sesuai dengan HMM yang melekat pada diribpeserta didik. Dalam penyikapan dan perlakuan pendidik seperti itu, peserta didik berperilaku sesuai dengan dinamika HMm-nya yang sedang berkembang . Proses pembelajaran dapat kita artikan sebagai sebuah kegiatan di mana terjadi penyampaian materi pembelajaran dari seorang tenaga pendidik kepada para peserta didik yang dimilikinya. Karenanya kegiatan pembelajaran ini sangat bergantung pada komponen-komponen yang ada di dalamnya. Dari sekian banyak komponen tersebut maka yang paling utama adalah adanya peserta didik, tenaga pendidik, media pembelajaran, materi pembelajaran serta adanya rencana pembelajaran.
Keberadaan komponen tersebut dalam sebuah proses pembelajaran merupakan sebuah hal yang teramat penting karena komponen tersebut sangat bergantung satu sama lain. Misalkan saja tentang adanya tenaga pendidik yang berkualitas. Tenaga pendidik yang berkualitas dan dapat menjalankan fungsinya secara aktif dan kondisional merupakan sebuah hal yang cukup berpengaruh dalam sebuah kegiatan pembelajaran. Tenaga pendidik tersebut berperan dalam mewujudkan sebuah situasi pembelajaran yang baik bagi para peserta didiknya, menggunakan rencana pembelajaran yang baik dan sesuai sehingga jalannya proses pembelajaran yang diterima oleh para peserta didik dapat dikontrol, serta mampu menggunakan dan memaksimalkan adanya media pembelajaran guna meningkatkan pemahaman para peserta didik terkait dengan materi pelajaran yang disampaikannya. Jika hal tersebut dipahami sebagai sebuah kebutuhan dalam proses pembelajaran maka akan menjadikan sebuah kegiatan pembelajaran yang lebih berkualitas.
BAB III
Metodologi Penelitian
Metode Penelitian
Dikarenakan saat ini masih dalam suasana Covid-19 yang mengharuskan untuk melakukan kegiatan dirumah . Saya membuat mini riset ini dengan metode penelitian saya sendiri , dimana saya mencari banyak sumber di Internet mengenai Menyimak dalam proses pembelajaran baik manfaat , cara penerapan , kendala , maupun solusi dalam mempermudah siswa menyimak materi pembelajaran dari para guru yang mengajar . Ini tentunya berasal dari berbagai sumber ntah itu jurnal , makalah , buku , maupun yang lainnya yang nantinya saya kumpulkan dan rangkum untuk mengambil inti sari yang saya butuhkan dalam penelitian ini .
BAB IV
Hasil Penelitian dan Pembahasan
4.1 Kendala Peserta Didik dalam Menyimak Proses Pembelajaran
Permasalahan menyimak dalam Proses Pembelajaran disebabkan oleh:
a. Pertama dari siswa, yaitu: (1) pada umumnya siswa kurang antusias dalam pembelajaran menyimak karena materi yang disampaikan dianggap sulit untuk dipahami; (2) tingkat pemahaman, konsentrasi, dan daya analisis siswa yang masih relatif rendah; (3) siswa tidak terbiasa menyimak informasi, dan (4) siswa menganggap pembelajaran menyimak tidak penting.
b. Kedua dari guru, yaitu (1) kurangnya kreativitas guru dalam menyajikan dan mengembangkan materi pembelajaran menyimak, (2) guru masih bertindak sebagai sumber utama pemberi informasi tanpa mengajak siswa untuk berusaha mencari informasi sendiri, dan (3) soal-soal yang digunakan dalam evaluasi pembelajaran menyimak cenderung teoretis, padahal untuk mengetahui kemampuan keterampilan menyimak dibutuhkan alat evaluasi yang sesuai dengan kompetensi yang diajarkan.
4.2 Solusi dalam Menghadapi Kendala Menyimak Proses Pembelajaran
1. Menggunakan Teknik Pembelajaran yang Relevan dan Bervariasi
Teknik pembelajaran yang harus dipilih adalah teknik pembelajaran yang benar-benar relevan untuk mencapai kompetensi dasar atau tujuan pembelajaran menyimak.Selain memperhatikan relevansinya dengan kompetensi dasar atau tujuan pembelajaran yang harus dicapai, teknik pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran menyimak bahasa Indonesia di sekolah, harus bervariasi. Upaya ini bertujuan untuk mewujudkan pembelajaran menyimak yang menarik perhatian dan menyenangkan siswa di sekolah.
2. Menggunakan Bahan Pembelajaran Menyimak yang Relevan
Bahan pembelajaran menyimak adalah bahan yang kalau dipelajari atau dilatihkan siswa, maka dia akan memiliki kompetensi menyimak tertentu. Sama seperti pemilihan teknik pembelajaran menyimak, bahan pembelajaran menyimak tidak boleh ditentukan secara sembarang. Bahan pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran menyimak, haruslah bahan pembelajaran yang benar-benar relevan dengan kompetensi atau tujuan pembelajaran yang harus dicapai.
3. Menggunakan Media Pembelajaran yang Bervariasi
Penyampaiannya dilakukan dengan menggunakan media yang bervariasi, pembelajaran menyimak akan lebih menarik dan menyenangkan siswa. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran menyimak bahasa Indonesia, guru harus menggunakan media pembelajaran yang bervariasi.Untuk lebih memacu siswa dalam memahami bahan simakan, guru dapat menggunakan alat-alat seperti kaset VCD, LCD, laptop, flas disk, dan sebagainya dalam pembelajaran menyimak di sekolah .
4. Mengelola Ruang Belajar dengan Baik
Oleh karena itu, untuk mewujudkan keefektifan pembelajaran menyimak di sekolah, guru harus mengelola ruang belajar dengan baik. Guru harus bekerja sama dengan siswa untuk menciptakan suasaana ruang belajar yang kondusif. Sebab ruang belajar yang berkondisi nyaman akan memberi jaminan keberhasilan bagi pembelajaran menyimak itu sendiri.
5. Berasumsi yang Benar
Berdasarkan informasi itu, asumsi yang benar ialah bahwa kemampuan menyimak dalam kehidupan manusia sangat penting; pembelajarannya di sekolah tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, guru Bahasa Indonesia harus berasumsi demikian agar asumsi itu ikut menyemangati dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran menyimak di sekolah.
6. Memberi Pelatihan Perencanaan Bahan Pembelajaran Menyimak
Salah satu kesulitan yang dihadapi guru dalam pembelajaran menyimak adalah perencanaan bahan pembelajarannya. Banyak guru yang belum bisa mengemas bahan pembelajaran (bahan simak-an) dengan menggunakan kaset VCD, video dan mengambil bahan dari radio, televisi, dan sebagainya.
Oleh karena itu, guru-guru seperti itu perlu mendapat pelatihan. Kepala sekolah dapat meminta bantuan kepada pihak yang berkompeten. LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan), misalnya, akan dapat memberi pelayanan untuk memenuhi kebutuhan itu.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat bermanfaat dalam kegiatan sehari-hari. Salah satu kegiatan yang memanfaatkan aspek menyimak adalah kegiatan pembelajaran. Menyimak sangat bermanfaat bagi siswa. Dalam kegiatan pembelajaran, guru dapat menerapkan berbagai teknik menyimak. Teknik-teknik menyimak tersebut dapat digunakan secara bergantian supaya siswa tidak mudah bosan.
Kegiatan menyimak dapat membuat siswa menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dikarenakan siswa harus mendengarkan secara saksama apa yang diucapkan oleh guru. Menyimak turut mengembangkan kompetensi siswa dalam kegiatan pembelajaran.
5.2 Saran
Terlaksananya proses menyimak yang baik adalah ketika penyimak memahami tentang apa yang disimaknya, sehingga jika kita menemukan kendala didalam proses menyimak dapat segera mencari cara agar nantinya bisa melakukan menyimak dengan baik .
Hendaknya guru Bahasa Indonesia menyadari berbagai penyebab kurang efektifnya pembelajaran menyimak di sekolah tempatnya mengemban tugas.Dengan kerja sama yang baik, hendaknya guru Bahasa Indonesia, kepala sekolah, dan pihak yang berkompeten lainnya dapat meningkatkan kualitaspembelajaran menyimak di sekolah dengan upaya-upaya yang telah dikemukakan.
Daftar Pustaka
Herry Hermawan. 2012. Menyimak. Bandung: Graha Pustaka
Tarigan, Henry Guntur. Menyimak sebagai Suatu ketrampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa, 2008.
Magfiroh , Hanif . 2016 . Manfaat Menyimak Dalam Kegiatan Pembelajaran (https://hanifmagfiroh-wordpress com.cdn.ampproject.org/v/s/hanifmagfiroh.wordpress.com) diakses pada Rabu , 27 Mei 2020


Tidak ada komentar:
Posting Komentar